Rute Kematian Hormuz Menjadi Bisnis Menguntungkan: Pedagang Swiss Ambil Risiko Kirim Minyak, Satu Perjalanan Raup Laba Kotor $60 Juta
BlockBeats News, 25 Mei, di tengah hampir terjadinya blokade di Selat Hormuz, sebuah kapal super tanker yang mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah Irak berhasil melewati blokade tersebut, menarik perhatian global ke pasar minyak. Perusahaan dagang asal Swiss di balik layar, Lytton SA, juga memicu diskusi pasar karena berhasil meraih sekitar $60 juta laba kotor dari satu transaksi.
Menurut laporan, kapal tanker bernama "Agios Fanourios II" awalnya dijadwalkan untuk mengangkut minyak mentah ke Vietnam. Selama pelayaran, kapal ini berulang kali dicegat oleh Iran dan AS, serta harus menjalani beberapa putaran koordinasi diplomatik. Pengiriman akhirnya berhasil selesai dengan campur tangan perusahaan minyak nasional Vietnam, Petro Vietnam Oil Corp.
Karena situasi tegang di Selat Hormuz, minyak mentah Irak mengalami diskon besar di wilayah Teluk. Sumber mengungkapkan bahwa Lytton SA membeli minyak tersebut dengan harga $18 di bawah harga patokan internasional per barel dan kemudian menjualnya dengan premi tinggi di luar Teluk, menciptakan peluang arbitrase yang luar biasa.
Namun, keuntungan tinggi juga diiringi risiko tinggi. Biaya transportasi laut untuk satu kali pengiriman ini mencapai $35 juta hingga $40 juta. Kapal tersebut bahkan sempat diminta berlayar ke pelabuhan Abbas di Iran dan sempat dicegat oleh militer AS setelah keluar dari selat untuk penyelidikan. Akhirnya, AS melepaskan kapal tersebut setelah memastikan bahwa kargo tersebut bukan minyak Iran.
Dengan fluktuasi harga minyak yang drastis dan ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah, pasar perdagangan minyak global sedang mengalami masa keuntungan besar yang jarang terjadi. Laporan menunjukkan bahwa saat ini, selisih harga dalam beberapa perdagangan minyak mentah telah melebar hingga $20 hingga $30 per barel, dengan laba tiap kapal mencapai puluhan juta dolar, menarik semakin banyak pedagang dan pemilik kapal untuk "mengambil risiko melintasi" Selat Hormuz.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Indeks Dolar AS turun 0,27% pada tanggal 25
Indeks dolar AS turun 0,27%, ditutup pada 98,975
Arthur Hayes optimis dengan potensi jangka panjang NEAR
