Penguatan rupiah terjadi di tengah meningkatnya harapan pasar terhadap potensi meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Optimisme tersebut muncul setelah adanya perkembangan dalam pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai sentimen eksternal menjadi pendorong utama pergerakan rupiah pada awal pekan ini.
Advertisement
“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS oleh harapan perdamaian di Timteng (Timur Tengah) dan harga minyak mentah dunia yang turun merespons pernyataan Trump (Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa perundingan dengan Iran berjalan secara konstruktif,” katanya dikutip dari Antara, Senin (25/5/2025).
Mengutip laporan Anadolu, Presiden AS Donald Trump menyebut proses perundingan untuk mengakhiri konflik dengan Iran sebagian besar telah berhasil dinegosiasikan dan kini tinggal menunggu tahap finalisasi.
Trump juga mengungkapkan bahwa rancangan kesepakatan tersebut dibahas melalui komunikasi yang disebutnya berjalan sangat baik dengan sejumlah pemimpin negara di kawasan.
Prediksi Gerak Rupiah Hari Ini
Di sisi lain, pembicaraan antara Washington dan Teheran masih terus berlanjut melalui mediasi Pakistan. Negosiasi mencakup sejumlah isu strategis, mulai dari pembukaan kembali Selat Hormuz, penyelesaian kekhawatiran terkait program nuklir Iran, hingga pembahasan mengenai pencabutan sanksi.
Selain sentimen global, kondisi pasar domestik juga mulai menunjukkan perbaikan. Pada akhir pekan lalu, pasar saham Indonesia ditutup di zona hijau yang ikut memberikan dorongan terhadap pergerakan aset domestik, termasuk rupiah.
Meski demikian, tekanan terhadap mata uang Indonesia belum sepenuhnya hilang. Lukman mengingatkan masih terdapat faktor yang dapat menahan penguatan rupiah dalam jangka pendek.
“Namun masih ada tekanan pada rupiah setelah data neraca transaksi berjalan yang menunjukkan defisit yang besar,” ujarnya.
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak di kisaran Rp 17.600 hingga Rp 17.750 per dolar AS.
Advertisement
