Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Shell Kembali Jual Solar usai Dipasok Pertamina, BBM Lain Masih Kosong

Shell Kembali Jual Solar usai Dipasok Pertamina, BBM Lain Masih Kosong

Liputan6Liputan62026/05/13 08:01
Oleh:Liputan6
SPBU Shell Modular komersial pertama di Indonesia, terletak di Jombang, Jawa Timur. (Dok Shell)
Tanya apapun tentang artikel ini...
Cari
Paling sering ditanyakan
  • Mengapa SPBU Shell kembali menjual solar?
  • Siapa yang memfasilitasi kerja sama Shell dan Pertamina?
  • Apakah semua SPBU swasta wajib membeli solar dari Pertamina?
Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta -
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU) Shell kembali menjual bahan bakar minyak ( BBM) jenis solar setelah sempat mengalami kelangkaan sejak awal 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, kembalinya pasokan solar di SPBU Shell terjadi setelah Shell Indonesia membeli solar dari Pertamina.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pemerintah turut memfasilitasi kerja sama antara Shell dan Pertamina tersebut.

“Itu adalah kerja sama dengan Pertamina yang kemarin sudah kita gagas, kita fasilitasi. Alhamdulillah sekarang sudah ada kerja sama dengan Pertamina untuk bisa mereka mulai lagi,” ujar Laode di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Meski demikian, Laode belum memastikan apakah Shell akan kembali menjual produk BBM jenis gasoline lainnya selain solar.

“Nanti kita lihat lagi untuk yang lainnya,” katanya.

Sebelumnya, Shell Indonesia mengumumkan produk Shell V-Power Diesel kembali tersedia secara bertahap di sejumlah SPBU dengan harga Rp 30.890 per liter.

“Terima kasih sudah setia menanti. Shell V-Power Diesel mulai tersedia kembali secara bertahap di SPBU Shell,” tulis manajemen Shell Indonesia.

Melalui laman resminya, Shell menyebut Shell V-Power Diesel sudah tersedia di sejumlah wilayah Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi, hingga Bandung.

Namun, untuk produk Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ hingga kini masih belum tersedia sejak awal tahun 2026.

 

SPBU Swasta Kini Gunakan Solar dari Pertamina

Dalam beberapa pekan terakhir, SPBU swasta, terutama Shell Indonesia dan BP-AKR, mengalami kekosongan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Sebelumnya, Kementerian ESDM memastikan seluruh SPBU swasta telah membeli BBM jenis solar sepenuhnya dari Pertamina. Kebijakan tersebut dilakukan setelah pemerintah memutuskan menghentikan tambahan kuota impor solar mulai 2026.

Laode menjelaskan, Pertamina telah memfasilitasi penyaluran solar ke SPBU swasta sejak kebijakan itu diumumkan.

“Sudah (jalan penyaluran Solar oleh Pertamina ke SPBU swasta). Sebenarnya kan sejak diumumkan itu sudah dilakukan pertemuan-pertemuan,” ujar Laode pada 6 Mei 2026 lalu.

Dengan skema tersebut, solar dasar atau gasoil yang dijual SPBU swasta saat ini berasal dari Pertamina, kemudian diolah masing-masing badan usaha menjadi produk dengan tingkat cetane number (CN) berbeda-beda.

“Dan kalau ditanya ke swasta itu pasti sudah ada, coba aja tanya,” imbuhnya.

Pemerintah sebelumnya juga meminta SPBU swasta seperti Shell, bp, dan Vivo segera melakukan negosiasi pembelian solar domestik dari Pertamina.

 

Pasokan Bersumber dari RDMP Balikpapan

Proyek RDMP Balikpapan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijalankan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). (Foto: Pertamina)

Kebijakan ini berkaitan dengan peningkatan produksi BBM dalam negeri dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.

Menurut Laode, hasil produksi kilang tersebut akan menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan solar nasional, termasuk untuk SPBU swasta.

Pemerintah sebelumnya telah mengirim surat kepada seluruh badan usaha sejak Desember 2025 agar segera memulai proses negosiasi dengan Pertamina.

“Kami bulan Desember kemarin sudah mengirimkan surat ke seluruh badan usaha untuk melakukan proses negosiasi dengan Pertamina,” ujar Laode.

Ia menegaskan tambahan kuota impor solar jenis CN 48 tidak akan diperpanjang mulai Maret 2026.

“Maret nanti kami sudah tidak bisa memperpanjang untuk tambahan kuota solar. Jadi dari produksi RDMP (Balikpapan) itu semua nanti diserap untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” pungkasnya.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!