Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Sampai Akhir 2026

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Sampai Akhir 2026

Liputan6Liputan62026/04/17 04:39
Oleh:Liputan6
Pengendara motor mengisi kendaraannya dengan BBM di salah satu SPBU, Jakarta, Selasa (15/3). Pertamina menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) umum Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite Rp 200 per liter. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Tanya apapun tentang artikel ini...
Cari
Paling sering ditanyakan
  • Kapan harga BBM subsidi akan naik?
  • Apa alasan harga BBM subsidi tidak naik?
  • Berapa harga ICP yang dianggap aman bagi APBN?
Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta -
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Pernyataan itu dikeluarkan sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil menyampaikan, stabilitas harga BBM subsidi masih sejalan dengan stok energi nasional yang masih terjaga di atas standar minimum, baik untuk BBM jenis gasoline maupun jenis gasoil, hingga LPG.

"Sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun, Insya Allah sampai selama-lamanya ya," kata Bahlil di Istana Negara, dikutip Jumat (17/5/2026).

Menurut perhitungannya, harga minyak mentah Indonesia (ICP) saat ini masih berada di bawah standar kemampuan APBN. Sehingga ruang fiskal dinilai masih cukup untuk menjaga harga BBM subsidi tak naik.

"Ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan USD 100 (per barel) itu sudah aman dalam APBN. Sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari USD 77 (per barel). Jadi kita itu baru split USD 7," ungkapnya.

Di sisi lain, Bahlil juga telah mendapat arahan dari Prabowo untuk terus memutar otak agar stok energi di dalam negeri cukup untuk ketersediaan hingga satu tahun.

"Untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember Insya Allah sudah aman. Jadi kita enggak perlu risau tinggal kita meningkatkan produksi daripada kilang kita," ujar dia.

 

Cadangan Dalam Negeri

Cadangan dalam negeri itu diperlukan lantaran konsumsi BBM nasional dalam satu hari mencapai 1,6 juta barel. Jauh lebih tinggi dibanding angka lifting minyak nasional masih berada di kisaran 600-610 ribu barel per hari.

"Kita masih impor kurang lebih sekitar 1 juta barel per day. Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber, tidak hanya dari satu negara tapi di hampir semua negara," tuturnya.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!