Bahlil menyampaikan, stabilitas harga BBM subsidi masih sejalan dengan stok energi nasional yang masih terjaga di atas standar minimum, baik untuk BBM jenis gasoline maupun jenis gasoil, hingga LPG.
"Sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun, Insya Allah sampai selama-lamanya ya," kata Bahlil di Istana Negara, dikutip Jumat (17/5/2026).
Advertisement
Menurut perhitungannya, harga minyak mentah Indonesia (ICP) saat ini masih berada di bawah standar kemampuan APBN. Sehingga ruang fiskal dinilai masih cukup untuk menjaga harga BBM subsidi tak naik.
"Ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan USD 100 (per barel) itu sudah aman dalam APBN. Sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari USD 77 (per barel). Jadi kita itu baru split USD 7," ungkapnya.
Di sisi lain, Bahlil juga telah mendapat arahan dari Prabowo untuk terus memutar otak agar stok energi di dalam negeri cukup untuk ketersediaan hingga satu tahun.
"Untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember Insya Allah sudah aman. Jadi kita enggak perlu risau tinggal kita meningkatkan produksi daripada kilang kita," ujar dia.
Cadangan Dalam Negeri
Cadangan dalam negeri itu diperlukan lantaran konsumsi BBM nasional dalam satu hari mencapai 1,6 juta barel. Jauh lebih tinggi dibanding angka lifting minyak nasional masih berada di kisaran 600-610 ribu barel per hari.
"Kita masih impor kurang lebih sekitar 1 juta barel per day. Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber, tidak hanya dari satu negara tapi di hampir semua negara," tuturnya.
Advertisement
