Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
TikTok Bentuk Joint Venture di AS, Adam Presser Ditunjuk Jadi CEO

TikTok Bentuk Joint Venture di AS, Adam Presser Ditunjuk Jadi CEO

Liputan6Liputan62026/01/24 12:18
Oleh:Liputan6
TikTok tetap hadir di AS dengan kepemimpinan baru dan pengamanan data ketat. Ilustrasi TikTok, Aplikasi TikTok. Kredit: antonbe via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta -
TikTok resmi membentuk joint venture di Amerika Serikat guna memastikan aplikasi berbagi video tersebut tetap dapat beroperasi di Negeri Paman Sam di bawah kepemimpinan baru asal Amerika.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan TikTok sama-sama mengumumkan kesepakatan ini pada Kamis waktu setempat. Dalam pernyataannya, TikTok menyebut perusahaan patungan tersebut akan berjalan sebagai entitas independen.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (24/1/2026), TikTok menunjuk Adam Presser sebagai CEO TikTok USDS Joint Venture. Presser sebelumnya menjabat sebagai kepala operasi serta trust and safety TikTok, dan telah bekerja hampir empat tahun di perusahaan tersebut. Sebelum bergabung dengan TikTok, Presser merupakan eksekutif senior di Warner Bros.

Sementara itu, CEO global TikTok Shou Chew akan menjabat sebagai salah satu direktur dalam perusahaan patungan tersebut.

Menurut TikTok, TikTok USDS Joint Venture akan beroperasi dengan “perlindungan yang jelas untuk menjaga keamanan nasional, termasuk perlindungan data menyeluruh, keamanan algoritma, moderasi konten, serta jaminan perangkat lunak bagi pengguna di Amerika Serikat.”

 

Terima Kasih ke Presiden China Xi Jinping

Ilustrasi TikTok. (dok. Unsplash.com/@franckinjapan)

Presiden Trump menyambut baik kesepakatan tersebut. Dalam unggahan di Truth Social, ia menyebut TikTok kini dimiliki oleh “sekelompok patriot dan investor besar Amerika.”

Trump juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden China Xi Jinping atas kerja samanya dengan pemerintah AS, serta “pada akhirnya menyetujui kesepakatan tersebut.”

“Ia bisa saja mengambil arah berbeda, tetapi tidak melakukannya, dan kami menghargai keputusannya,” tulis Trump. Hingga kini, pemerintah China belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi kesepakatan tersebut.

TikTok mengungkapkan, joint venture baru ini akan dikelola oleh dewan direksi beranggotakan tujuh orang, dengan mayoritas warga negara Amerika Serikat. Selain Shou Chew, dewan tersebut diisi oleh Timothy Dattels (TPG Global), Mark Dooley (Susquehanna International Group), Egon Durban (co-CEO Silver Lake), Raul Fernandez (CEO DXC Technology), Kenneth Glueck (Oracle), dan David Scott (MGX).

Perusahaan induk TikTok, ByteDance, akan mempertahankan 19,9 persen saham di joint venture tersebut. Silver Lake, Oracle, dan MGX bertindak sebagai investor pengelola, bersama sejumlah investor lain.

 

Regulasi Keamanan Nasional

Pembentukan joint venture ini tidak lepas dari tekanan regulasi keamanan nasional di AS. Sebelumnya, ByteDance diwajibkan menjual operasi TikTok di AS atau menghadapi pelarangan, berdasarkan undang-undang yang ditandatangani oleh mantan Presiden Joe Biden. Namun, kebijakan tersebut tidak pernah dijalankan setelah Presiden Trump menandatangani sejumlah perintah eksekutif.

Perintah eksekutif itu mencegah jaksa agung AS menegakkan undang-undang keamanan nasional, sembari memberi waktu TikTok mencari solusi.

Dalam struktur baru ini, algoritma rekomendasi konten TikTok akan ditempatkan di pusat data Oracle di Amerika Serikat. Algoritma tersebut akan dilatih, diuji, dan diperbarui menggunakan data pengguna AS.

TikTok menyatakan langkah ini juga memastikan aplikasi saudara seperti CapCut dan Lemon8 tetap beroperasi di Amerika.

“Interoperabilitas memungkinkan joint venture memberikan pengalaman TikTok global bagi pengguna AS, sekaligus memastikan kreator dan pelaku bisnis dapat beroperasi dalam skala global,” tulis TikTok.

Meski pemerintah China belum memberikan komentar publik, laporan Semafor menyebut pemerintah AS dan China telah menyetujui kesepakatan ini, dan transaksi diperkirakan rampung dalam waktu dekat.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!